Tehnik Menggendong Bayi Dengan Aman

Menurut Karen Sokal-Gutierez, MD, Ketua Komisi Early Childhood Adoption and Dependent Care di American Academy of Pediatrics, sebagian dokter anak menyebut periode 3 bulan pertama kehidupan bayi sebagai “trimester keempat kehamilan”.

Alasannya, bayi kecil butuh lingkungan mirip rahim ibu, yaitu lingkungan yang hangat, mendekap, dan mengayun-ayun. Itulah mengapa bayi kecil terlihat nyaman dalam pangkuan, timangan, dan balutan selimut.

Menggendong bayi merupakan hal yang vital dalam menciptakan ikatan kasih sayang ibu dan bayi. Menggendong penting untuk pengembangan kepercayaan, empati, belas kasih, dan hati nurani bayi. Dari situ, bayi mengembangkan kecerdasan dan kapasitasnya dalam menerima dan memberikan kasih sayang, keintiman, cinta, dan kebahagiaan.

SEBELUM & SAAT MENGGENDONG

Setiap kali hendak mengangkat bayi, baik menggendong dengan alat gendong atau tangan, pastikan kita tidak hanya membungkukkan tubuh, tapi juga dengan menekuk kedua kaki agar tulang belakang kita tidak menanggung beban berlebih. Selain itu, pada saat membungkuk, pastikan tubuh kita sudah sedekat mungkin dengan tubuhnya agar bayi cepat sampai dalam dekapan.

Rewel atau gelisah merupakan salah satu tanda bayi tidak nyaman dalam gendongan Anda. Nah, agar bayi nyaman, jangan terlalu erat mendekapnya. Selanjutnya ikuti keinginan bayi, apakah ingin digendong telentang, setengah duduk, menghadap depan, atau menghadap belakang sambil bersandar di pundak. Setiap bayi memiliki kesenangan berbeda.

Jangan mengguncang atau mengayun-ayun bayi terlalu keras saat menggendong. Bayangkan jika kita yang diperlakukan seperti itu, pastinya mual, kan? Pada bayi, ayunan dan guncangan keras bahkan bisa menyebabkan perdarahan di otak.

Jika menggendong dengan selendang atau baby carrier, pastikan alat gendong ini terbuat dari bahan yang kuat dan cukup lembut. Pastikan juga lubang untuk kaki tidak terlalu besar agar bayi tidak tergelincir, tali penopangnya pun harus bisa membagi beban tubuh bayi dengan tubuh ibu. Lihat saja tas ransel para pendaki gunung, jika sistem tali dan penyangga gendongan bayi seperti itu seharusnya gendongan tersebut bisa membagi beban dengan baik.

TEKNIK MENGGENDONG SESUAI USIA

a. Bayi 0-3 Bulan

Tubuh bayi baru lahir hingga 3 bulan masih sangat lemah, terutama bagian leher dan kepalanya. Ia baru bisa menolehkan kepala tanpa dapat mengangkatnya. Karenanya, perhatikan betul cara menggendong si kecil.

Cara mengangkat bayi:

Sebelum mengangkat si kecil, ia harus mengetahui lebih dulu kehadiran kita. Bisa lewat suara atau kontak mata. Kalau tahu-tahu diangkat, bayi bisa terkejut dan gelisah, kecuali ia tengah tidur pulas.

Dekatkan tubuh kita ke arah bayi dengan cara menekuk lutut dan membungkukkan badan. Dengan lembut, selipkan kedua telapak tangan kit ke bawah tubuhnya. Satu tangan di leher dan kepalanya, satu tangan di bokong. Pastikan posisi kedua tangan sudah mantap sebelum mengangkatnya.

Setelah bayi sejajar dengan tubuh kita, mulailah mengatur posisi kedua lengan untuk menopang punggung dan juga tungkainya. Geser tangan yang tadinya memegang bokong  ke arah punggung. Otomatis, tungkai pun akan tertopang oleh lengan. Cara menggendong yang luwes dan nyaman bisa dikuasai jika orangtua sering melakukannya. Yang penting, lakukan dengan rasa percaya diri. Kadang, bayi mungil cukup ditopang dengan satu lengan, sementara lengan yang lain dapat mengerjakan kegiatan berbeda.

Untuk mengangkat bayi yang sedang tidur tengkurap, selipkan satu tangan di bawah dagu dan lehernya, sedangkan tangan yang lain di bawah perutnya.

Cara meletakkan bayi dari gendongan:

Bungkukkan badan ke arah permukaan yang akan menjadi tempat mendaratnya.

Setelah lengan kita menyentuh permukaan, biarkan kedua tangan untuk beberapa saat ditindih bayi, sampai bayi merasa aman dan nyaman. Selanjutnya, perlahan lepaskan tangan dari bokong dan pindahkan tangan itu untuk menahan kepalanya. Lalu, lepaskan tangan yang menopang leher. Terakhir, lepaskan tangan yang menahan kepala.

Beri tepukan atau sentuhan lembut dan sedikit kata-kata untuk memberinya tanda bahwa Anda akan pergi.

Posisi bayi dalam gendongan:

Posisi tegak: Lakukan seperti hendak menyendawakan bayi. Bayi menghadap belakang dengan kepala di atas bahu kita. Satu tangan kita menopang leher dan kepalanya, sementara tangan lain memegang bokong dan sebagian punggung.

Posisi cradling hold: Satu tangan diletakkan pada punggung dan bokong bayi untuk menopang tubuhnya. Letakkan kepala bayi pada lipatan siku (posisi kepala harus lebih tinggi dari bokong bayi); tangan yang lain menahan bokong dan tungkai bayi.

Posisi duduk: Setelah berusia sebulan, bayi dapat digendong dengan posisi setengah duduk baik di atas lengan/tangan atau di pangkuan. Badan dan kepalanya bersandar ke dada kita dan pandangannya menghadap ke muka. Untuk menjaga keseimbangannya, pegangi dada dan kepalanya dengan satu tangan yang lain.

Posisi shoulder hold: Syaratnya, bayi harus sudah bisa mengangkat lehernya saat posisinya tengkurap. Dengan posisi ini, bayi digendong dalam posisi tegak 45 derajat dan perut bayi bersentuhan dengan dada ibu. Posisi ini diyakini mempunyai manfaat kontak batin yang dalam, karena bayi dapat mendengar detak jantung ibu.

b. Bayi 3-6 Bulan

Bayi sudah semakin kuat. Saat digendong, leher dan punggungnya tak lagi mesti ditopang. Biasanya, bayi usia 3 bulan bisa duduk di pangkuan dengan dipegangi. Karena itu mulai usia ini bayi lebih senang digendong dengan posisi bersandar menghadap ke muka.

Masuk usia 4 bulan, cara menggendongnya sudah bisa lebih santai, baik dengan posisi menghadap ke depan, belakang, atau berhadapan. Menghadap depan adalah gaya gendong favorit bayi sebab dengan begitu ia jadi bisa memiliki luas pandang yang lebar.

Mulai usia 5 bulan, bayi semakin berat dan aktif bergerak. Disarankan untuk menggendongnya dengan menggunakan kain atau baby carrier. Selain membuat bayi nyaman, kita pun masih bisa melakukan aktivitas lain. Bisa juga, bayi didudukkan di pinggang dengan topangan salah satu lengan. Kedua kaki bayi melingkari pinggul kita. Tangan yang lain bisa melakukan aktivitas berbeda.

Mulai usia ini, bayi juga bisa digendong dengan gaya rocking games. Caranya, tengkurapkan si kecil di satu lengan yang menahan pinggangnya, semetara tangan yang lain menyangga perutnya. Ayun si kecil dari kiri ke kanan atau depan ke belakang secara perlahan seperti pesawat terbang. Ia pasti suka. Boleh dilakukan pada bayi di usia 3 bulan ke atas.

c. Bayi Usia di Atas 6 Bulan

Karena otot-ototnya sudah kuat dan lehernya pun mampu menopang kepala dengan baik, maka si kecil dapat kita gendong  di punggung dengan menggunakan alat gendong. Gendongan cara ini membuat kedua tangan kita bebas melakukan aktivitas lain.

Bisa juga bayi digendong dengan cara didudukkan di lengan bawah kita dengan punggung bayi bersandar di dada dan tangan kita yang satunya melingkari perut bayi. Cara ini banyak dilakukan karena praktis, tidak menakutkan, aman, dan kita bisa menyangga berat badannya.

Untuk mengajaknya bermain, si kecil bisa digendong dengan gaya flying in the air (melayang di udara). Caranya, pegang erat si kecil di ketiaknya, lalu ayunkan perlahan ke udara. Lakukan kontak mata dan sesekali hentikan ayunan saat bayi berada di atas, untuk selanjutnya diturunkan perlahan.

Di usia 10 bulan, kita bisa mendudukkannya di pundak, dengan tangan kita menyanggah tubuh samping kanan dan kirinya

Sumber: Kompas.com; Sabtu, 29/8/2009 | 14:55 WIB

Iklan

Tips Puasa Yang Menyehatkan

Berikut kami sajikan tips-tips didalam menjalankan ibadah puasa (dari sudut pandang kesehatan) agar puasa yang kita kerjakan tidak menyebabkan berbagai masalah dan keluhan yang tidak mengenakan  :

Perbanyak minum air putih dimalam hari.

Siang hari selama kita puasa, tentu cairann yang masuk kedalam tubuh kita tidak ada. Oleh karena itu, dimalam  hari kita harus memperbanyak minum air putih agar kita tidak kekurangan cairan sehingga proses metabolisme sel-sel tubuh kita tetap berjalan dengan sempurna. Dihari berikutnya ketika kita puasa, kita juga tidak akan terlalu merasakan lemas yang berlebihan.

Kerjakan pekerjaan yang menguras lebih banyak tenaga di pagi hari.

Di pagi hari setelah kita makan sahur, tentu tersedia energi yang melimpah yang siap untuk digunakan. Maka dengan mengerjakan pekerjaan yang menguras tenaga di pagi hari akan menjadikan pekerjaan itu ringan untuk di kerjakan.

Kurangilah aktifitas fisik yang menguras tenaga di siang dan sore hari.

Hal ini dikarenakan sumber pasokan tenaga yang kita punyai sudah berkurang, sehingga apabila kita beraktifitas fisik di siang dan sore hari akan menjadikan tubuh kita bertambah lemah dari sebelumnya.

Berbukalah dengan minuman yang manis dan hangat.

ketika kita bepuasa, maka zat gula sebagai sumber tenaga bagi diri kita secara langsung ataupun tidak langsung akan mengalami pnurunan. Oleh karena itu sewaktu berbuka harus kita ganti agar keseimbangannya tetap terjaga.

Minuman yang hangat akan menghindarkan kita dari gangguan perut kembung, karena selama puasa kondisi badan kita akan menjadi panas. Dengan meminum minuman yang dingin, tentu akan langsung menurunkan suhu tubuh kita secara drastis dan berakibat perut menjadi kembung, perasaan mau muntah dan rasa mual yang tidak mengenakan.

Berbuka puasa dengan makanan sedikit demi sedikit.

Perasaan lapar yang amat sangat setelah berpuasa haruslah tetap kita kendalikan disaat kita berbuka, karena itulah sebagian inti ibadah puasa. Berbuka puasa dengan makanan yang sedikit demi sedikit maka secara tidak langsung kit telah meringankan kerja usus didalam mencerna makanan yang ada didalam perut kita.

Berbuka puasa dengan menu makanan yang mengandund gizi yang lengkap (meskipun tidak harus mahal)

Kinerja dari organ kita akan tetap berfungsi dengan baik apabila zat gizi yang menopangnya tepenuhi dengan cukup. Karbohidrat yang merupakan sumber energi harus terpenuhi, potein sebagai zat tumbuh kembang dan perbaikan berbagai organ harus terpenuhi, vitamin dan mineral yang membantu metabolisme dan memelihara fungsi organ juga harus tersedia. Itulah mengapa kita harus berbuka dengan makanan yang mengandung gizi yang lengkap.

Demikianlah sedikit tips berpuasa dari kami, semoga bermanfaat.

 

Selamat menunaikan ibadah puasa

Dan semoga kita dapat berjumpa “Hari Kemenangan” dengan badan tetap sehat dan dengan hati yang gembira.

 

Obat Paten, Obat Generik, dan Obat Generik Bermerk


OBAT PATEN :

Adalah hak paten yang diberikan kepada industri farmasi pada obat baru yang ditemukannya berdasarkan riset Industri farmasi tersebut diberi hak paten untuk memproduksi dan memasarkannya, setelah melalui berbagaii tahapan uji klinis sesuai aturan yang telah ditetapkan secara internasional. Obat yang telah diberi hak paten tersebut tidak boleh diproduksi dan dipasarkan dengan nama generik oleh industri farmasi lain tanpa izin pemilik hak paten selama masih dalam masa hak paten.

Berdasarkan UU No 14 tahun 2001, tentang Paten, masa hak paten berlaku 20 tahun (pasal 8 ayat 1) dan bisa juga 10 tahun (pasal 9). Contoh yang cukup populer adalah Norvask. Kandungan Norvask ( aslinya Norvasc) adalah amlodipine besylate, untuk obat antihipertensi. Pemilik hak paten adalah Pfizer. Ketika masih dalam masa hak paten (sebelum 2007), hanya Pfizer yang boleh memproduksi dan memasarkan amlodipine. Bisa dibayangkan, produsen tanpa saingan. Harganya luar biasa mahal. Biaya riset, biaya produksi, biaya promosi dan biaya-biaya lain (termasuk berbagai bentuk upeti kepada pihak-pihak terkait), semuanya dibebankan kepada pasien.

Setelah masa hak paten berakhir, barulah industri farmasi lain boleh memproduksi dan memasarkan amlodipine dengan berbagai merek. Amlodipine adalah nama generik dan merek-merek yang beredar dengan berbagai nama adalah obat generik bermerek. Bukan lagi obat paten, lha wong masa hak paten sudah berakhir. Anehnya, amlodipine dengan macam-macam merek dan kemasan harganya masih mahal, padahal yang generik haraganya sekitar 3 ribu per tablet.

OBAT GENERIK:

Adalah nama obat yang sama dengan zat aktif berkhasiat yang dikandungnya, sesuai nama resmi International Non Propietary Names yang telah di tetapkan dalam Farmakope Indonesia. Contohnya: Parasetamol, Antalgin, Asam Mefenamat, Amoksisilin, Cefadroxyl, Loratadine, Ketoconazole, Acyclovir, dan lain-lain. Obat-obat tersebut sama persis antara nama yang tertera di kemasan dengan kandungan zat aktifnya. (Obat jenis ini biasanya dibuat setelah masa hak paten dari suatu obat telah berakhir dan menggunakan nama dagang sesuai dengan nama asli zat kimia yang dikandungnya)

OBAT GENERIK BERMEREK:

Adalah obat generik tertentu yang diberi nama atau merek dagang sesuai kehendak produsen obat. Biasanya salah satu suku katanya mencerminkan nama produsennya. Contoh: natrium diklofenak (nama generik). Di pasaran memiliki berbagai nama merek dagang, misalnya: Voltaren, Voltadex, Klotaren, Voren, Divoltar, dan lain-lain.

Nah, jelaslah bahwa obat genrik bermerek yang selama ini dianggap obat paten sebenarnya adalah obat generik yang diberi merek dagang oleh masing-masing produsen obat. Dan jelas pula bahwa pengertian paten adalah hak paten, bukan ampuh hanya karena mahal dan kemasannya menarik.

PERBANDINGAN

Dari sekilas penjelasan di atas, nampaklah bahwa khasiat zat aktif antara obat generik dan obat generik bermerek adalah sama sejauh kualitas bahan dasarnya sama. Contoh: misalnya saja penjenengan punya pabrik obat bernama cakmoki farma, yang memproduksi Natriun diklofenak dalam 2 produk. Yang satu obat generik, namanya otomatis Natrium diklofenak dengan nama produsen cakmoki farma. Adapun produk obat generik bermerek menggunakan nama yang dipertimbangkan agar mudah laku di pasaran, misalnya saja mokivoltar. Otomatis kualitas khasiat kedua obat Natrium diklofenak yang diproduksi cakmoki farma sama saja, soalnya membeli bahan dasar dari tempat yang sama dengan kualitas yang sama pula. Bedanya hanya pada nama, kemasan dan tentunya harga. Yang satu Natrium diklofenak generik dengan harga yang sudah ditetapkan sesuai peraturan dan satunya mokivoltar dengan harga lebih mahal, sesuai pangsa pasar dan segala lika-likunya. 😛

Mengapa harga obat generik jauh lebih murah ketimbang obat generik bermerek ? Sebagaimana contoh di atas, Natrium diklofenak 50 mg, para produsen obat yang memproduksinya menggunakan nama generik yang sama, yakni Natrium diklofenak dengan label generik. Tanpa promosi, tanpa upeti dan tanpa biaya-biaya non produksi lainnya. Harganya sudah ditetapkan, yakni HNA (Harga Netto Apotek) plus PPN = Rp 10.884,- berisi 50 tablet dan HET (Harga Eceran Tertinggi) = Rp 13.605,- sebagaimana diatur Kepmenkes No.HK.03.01/Menkes/146/I/2010. Artinya, harga per tablet Natrium diklofenak 50 mg gak akan lebih dari Rp 272,- per tablet, siapapun produsennya. Tidak bisa diotak-atik lagi. Itu sebabnya harga obat generik jauh lebih murah ketimbang obat generik bermerek.

Masih banyak pertanyaan serta opini seputar obat generik dan obat bermerek, terutama terkait kualitas dan harganya.

Akhirnya, tak ada salahnya kita belajar kepada negara lain yang telah mapan dalam memberikan informasi terbuka kepada khalayak, misalnya India, agar bangsa Indonesia lebih memahami seluk beluk obat dan berhak menentukan pilihan sesuai situasi dan kondisi masing-masing pengguna jasa layanan kesehatan.

Tulisan ini bersumber dari sini
Semoga dapat menambah pengetahuan kita tentang Obat.

Dampak Merokok

Merokok, bagi sebagian orang mungkin mendatangkan rasa nyaman. Akan tetapi mungkin banyak yang tidak tahu bahaya yang mengintai bersama terhirupnya asap rokok ke dalam tubuh sangatlah banyak dan mematikan. Mungkin mereka tahu tapi pura-pura tidak tahu atau mungkin yang lebih parah lagi  mereka tidak mau tahu. Apabila disekeliling anda masih ada anggota keluarga keluarga, teman atau justru orangtua anda sendiri masih merokok, mungkin saatnya bagi anda untuk menasihati mereka agar berhenti merokok. Mungkin  dengan mencetak gambar dampak merokok yang kami persembahkan ini, akan membuat mereka berpikir ulang jika hendak merokok. Baca lebih lanjut

Penyakit Gula / Diabetes Melitus

PENYAKIT GULA / DIABETES MELITUS

Pangkreas

Pangkreas

Penyakit gula adalah suatu penyakit yang sulit untuk dihilangkan, akan tetapi dengan pengaturan pola makan yang baik, penambahan aktifitas fisik yang memadai dan pengobatan yang rutin, maka penyakit gula akan dapat dikendalikan sehingga tidak menimbulkan dampak sampingan yang parah, semisal kebutaan dan atau kegagalan fungsi dari ginjal.

Penyakit gula adalah penyakit yang memerlukan perhatian yang serius, baik oleh penderitanya maupun dokter yang menanganinya, karena kadar gula dalam darah tidak boleh terlalu rendah pun pula tidak boleh terlalu tinggi karena semua kondisi itu membawa dampak yang buruk bagi kondisi badan.terutama organ-organ didalamnya.

PENGERTIAN PENYAKIT GULA
Penyakit gula adalah penyakit yang di sebabkan oleh tidak berfungsinya hormon Insulin didalam tubuh yang fungsinya untuk merubah kelebihan karbohidrat/ gula didalam tubuh menjadi Glikogen didalam hati. Kondisi ini disebabkan oleh karena hormom yang dihasilkan oleh kelenjar Pancreas tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, atau karena jumlah produksi hormonnya yang sedikit.

MACAM-MACAM JENIS PENYAKIT GULA
Kalau di tinjau dari kejadian penyakit gula, maka ada 3 macam jenis penyakit gula yaitu :
1. Penyakit gula jenis pertama.
Adalah penyakit gula yang timbul dikarenakan kelenjar pancreas tidak menghasilkan hormon insulin. Penderita penyakit gula tipe ini memerlukan suntikan hormone insulin sesuai dengan kondisi kadar gula didalam darahnya. Kondisi ini biasanya dipicu oleh pembentukan antibodi (karena berbagai factor) oleh tubuh yang merusak sel-sel pancreas yang memproduksi hormone insulin.
2. Penyakit gula jenis kedua.
Penyakit gula jenis kedua adalah penyakit gula yang dikarenakan pembentukan hormone insulin didalam pancreas dalam jumlah yang tidak memadi untuk mencukupi kebutuhan didalam badan dan atau hormon insulin diproduksi akan tetapi tidak berfungsi merubah kelebihan gula menjadi cadanagn tenaga didalam tubuh. Penderita gula jenis ini di rawat dengan pengobatan dan atau dengan suntikan insulin apabila diperlukan. Penyakit gula jenis ini adalah penyakit gula yang sering dialami oleh kebanyakan orang.
3. Penyakit gula semasa kehamilan. (Diabetes Gestational)
Jenis penyakit gula yang ketiga adalah penyakit gula yang biasanya timbul pada seseorang yang sedang hamil. Jenis yang ketiga ini bersifat sementara dan akan hilang setelah penderita mengalami persalinan. Biasanya dapat diketahui dengan pemeriksaan darah pada wanita yang sedang hamil ketika umur kehamilan menginjak 28 sampai dengan 32 minggu. Pengobtannya adalah melalui suntikan insulin yang tidak berbahay bagi janin.

Penyakit Eksim

gambar eksim

Eksim ( eczema ) Siapa tak kenal eksim ? Walaupun penyakit eksim tidak berbahaya dan tidak menular, keluhan yang

ditimbulkannya membuat penderita merasa tersiksa dan tak jarang mempengaruhi kepercayaan dirinya. Terlebih jika eksim muncul

di kulit yang terlihat oleh orang lain. Eksim atau eczema atau lebih dikenal (secara umum) dengan dermatitis adalah

peradangan kulit akibat reaksi hipersensitif (respon berlebihan) terhadap alergen (pencetus timbulnya reaksi alergi) dari

luar (eksogen) maupun dari dalam tubuh penderita (endogen). Pada umumnya eksim bersifat residif (kambuhan), namun dapat

dikendalikan agar tidak mudah kambuh.

Sebagian para ahli membedakan antara eksim dan dermatitis namun kebanyakan tidak membedakannya. Ini dapat dimengerti,

dikarenakan beragamnya bentuk klinis (penampakan) dermatitis, maupun faktor pencetusnya yang dipengaruhi oleh banyak faktor.

Kadang seseorang dapat mengalami lebih dari satu jenis dermatitis di saat yang sama.

 

FAKTOR PENYEBAB

Penyebab eksim hingga kini belum diketahui secara pasti. Para ahli menengarai timbulnya (dan kekambuhan) eksim di picu oleh

faktor pencetus, yakni:

1. Faktor eksogen (dari luar), misalnya: faktor fisik (suhu, gesekan, sinar, dll), bahan kimia (deterjen, semen, oli,

bahan pakaian, dll), mikro-organisme (kuman, virus, jamur, parasit), dan lain-lain.
2. Faktor endogen (dari dalam), misalnya dermatitis atopik, dimana pada dermatitis jenis ini dijumpai adanya riwayat atopi

atau riwayat alergi (misalnya asma, rhinitis alergika dan berbagai bentuk alergi lainnya). Stress diduga dapat memicu

timbulnya (atau kekambuhan) eksim.

Masing-masing penderita eksim memiliki riwayat pemicu (faktor pencetus) yang berbeda dengan penderita lain. Kadang seorang

penderita eksim mengalami kekambuhan eksim pada kakinya ketika memakai sandal plastik, sementara yang lain kambuh saat

terpapar sabun cuci (deterjen) atau lainnya. Dengan kata lain, pengalaman faktor pencetus setiap orang gak selalu sama. Oleh

karena itu, jika misalnya seseorang mengalami kekambuhan sesaat setelah makan kepiting, bukan berarti penderita eksim yang

lain gak boleh makan kepiting juga.

Dengan memahami beragamnya faktor pencetus timbulnya eksim, maka larangan makan makanan tertentu bagi semua penderita eksim,

bukanlah langkah yang tepat.

Di ndeso ™ kami, Palaran, entah dari mana sumbernya, rata-rata penderita eksim pernah tidak makan makanan tertentu (ayam,

telor, ikan, dll) atas rekomendasi dari temen, tetangga dan entah dari siapa lagi. Toh, eksim tetep muncul juga. Kini

masyarakat udah mulai mengerti bahwa faktor pencetus timbulnya (atau kambuhnya) eksim tidak sama bagi setiap orang.

Alhamdulillah.

GEJALA EKSIM

Pada kondisi tertentu tanda-tanda eksim sangat mudah dikenali, namun adakalanya sulit dibedakan dengan penyakit kulit yang

lain. Keluhan utama penderita eksim pada umumnya adalah gatal dan timbulnya bercak merah pada kulit. Sedangkan kelainan kulit

yang bersifat spesifik bergantung pada stadiumnya.

* Pada stadium akut, biasanya kulit yang terkena eksim nampak kemerahan, mengalami penebalan dan timbul bercak-bercak,

adakalanya berair (basah).
* Pada stadium subakut, bercak merah dan penebalan kulit nampak mereda, kemudian bercak yang basah akan mengering dan

menjadi keropeng (krusta).
* Pada stadium kronis, eksim nampak kering, bersisik dan mengalami hiperpigmentasi (menghitam). Tak jarang eksim

mengalami perubahan bentuk menjadi bintik-bintik menonjol, bahkan kadang mengalami erosi.

Perlu dipahami bahwa gejala eksim tidak selalu runtut kayak teori di atas. Bisa jadi seseorang menderita eksim dengan

gambaran bentuk stadium kronis tanpa melalui stadium sebelumnya.

Tempat munculnya eksim sangat bervariasi. Meski begitu, sebagian ahli membaginya berdasarkan kasus terbanyak pada golongan

umur tertentu. Menurut Dr. Bryan Cho, pada bayi, eksim sering dijumpai di wajah dan kepala, sedangkan pada anak dan dewasa,

eksim sering dijumpai di pergelangan tangan, siku, leher, lutut dan kaki.

PENGOBATAN

Pemeliharaan kulit Seperti halnya penyakit lain, prinsip pengobatan eksim adalah dengan menghilangkan penyebabnya (causa).

Namun mengingat penyebab eksim belum diketahui secara pasti, maka pengobatan ditujukan untuk meredakan keluhan (simptomatis)

dan mencegah kekambuhan.

Obat-obat yang lazim digunakan untuk pengobatan eksim, yakni:

A. Obat minum (sistemik)

Antihistamin biasa digunakan untuk meredakan rasa gatal, sedangkan pada kondisi yang berat dapat digunakan obat golongan

steroid atau kombinasi antara steroid dan antihistamin.

Penggunaan obat golongan steroid hendaknya atas anjuran dokter agar terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan (pada

pemakaian jangka panjang),misalnya wajah menjadi bengkak, berat badan meningkat, dan lain-lain. Kalaupun mengunakan obat

golongan steroid, biasanya dokter akan memberikannya secara tappering down, yakni menurunkan dosis secara berkala untuk

menghindari efek samping.

B. Obat luar atau obat topikal (salep, krim, jelly, lotion, kompres, pasta)

Pemilihan bentuk obat luar (topikal) didasarkan pada bentuk eksim dan keluhan yang menyertainya.

Bentuk basah atau fase akut diberikan obat dalam bentuk kompres basah. Bentuk subakut diberikan obat lotion, pasta pendingin

atau krim.

Eksim di daerah berambut diberikan obat topikal berbentuk krim, adapun daerah tidak berambut diberikan obat berbentuk pasta.

Pada eksim bentuk kronis pada umumnya diberikan obet topikal berbentuk salep.

Pemilihan bentuk-bentuk obat di atas tidaklah mutlak. Artinya, penderita eksim boleh memilih bentuk sediaan obat yang dirasa

paling nyaman bagi dirinya.

Pada eksim bernanah karena infeksi sekunder oleh garukan, dapat diberikan antibiotika hingga infeksi mereda.

Selain obat-obat di atas, kadang diperlukan pula obat-obat lain untuk pemeliharaan kelembaban kulit.

PENCEGAHAN KEKAMBUHAN

Untuk mencegah kekambuhan eksim, silahkan ikuti tips berikut ini:

* Mengenali dan menghindari paparan faktor pencetus (alergen). Upaya ini tidak mudah lantaran beragamnya faktor pemicu

yang sulit untuk dikenali dan kalaupun dikenali kadang sulit dihindari.
* Menjaga agar kulit tetap lembab. Jika perlu menggunakan pelembab setelah mandi sesuai saran dokter yang merawat.
* Menggunakan pakaian kering dan sedapat mungkin menggunakan pakaian berbahan katun.
* Menghindari perubahan suhu ekstrim mendadak. (terlalu panas yang menimbulkan banyak keringat ataupun terlalu lembab)
* Menghindari pemakaian deterjen atau sabun cuci yang dapat memicu kambuhnya eksim.
* Mengenali dan menghindari makanan tertentu yang mungkin menjadi pemicu kekambuhan eksim, setelah mengkonsumsinya.
* Berupaya menghindari stress.
* Sedapat mungkin menghindari faktor-faktor lingkungan lain yang diduga memicu kekambuhan eksim, misalnya debu rumah,

tepungsari, serbuk bunga, bulu binatang dan lain-lain.

Akhirnya, memeriksakan diri dan berkonsultasi ke dokter merupakan tindakan bijaksana dalam pengobatan dan perawatan eksim.

Semoga bermanfaat.

Sumber : cakmoki86.wordpress.com