Capek Mengerjakan SPJ, Mail Merge Solusinya

Bagi anda yang sering berurusan dengan surat menyurat, tentu tidak asing dengan fitur Mail Merge yang ada dalam Program Ms Office. Fitur ini memang sangat membantu dalam proses mencetak surat yang jumlahnya sangat banyak. tapi anda jangan salah fitur ini bisa juga kita gunakan dalam pembuatan SPJ BOK atau Jamkes, Surat Tugas dan lain-lain.

Kali ini penulis akan mengambil contoh membuat sebuah kuitansi untuk pencairan dana BOK.

Terlebih dahulu kita harus mengetik atau membuat sebuah blanko kuitansi sesuai dengan format yang sesuai dengan Juknis penggunaan dana BOK, atau anda dapat mengunduhnya disini blanko Kuitansi

Kemudian setelah blanko SPJ kita buat, kita buat daftar isian yang akan dimasukan ke dalam blanko kuitansi menggunakan program MS Exel, Nominal

Kemudian taruh 2 file tadi dalam satu folder.

Langkah selanjutnya buka file blanko kuitansi (penulis menggunakan MS Office 2007) menggunakan Ms Word. setelah itu Klik Mail Merge, Pilih penerima, Klik gunakan yang ada, Trus kita pilih file nominal di MS Exel yang telah kita buat/ unduh tadi, klik OK.

Letakkan kursor pada posisi yang mau di isikan (Uang Sebesar) klik sisipkan penggabungan Bidang, pilih Besar Uang kemudian lanjutkan dengan kolom isian yang lainnya.

Setelah selesai kemudian klik Selesai dan gabungkan. Untuk meneliti atau mengedit hasil penggabungan klik edit dokumen perorangan pilih semua. kemudian akan muncul hasil penggabungan dari 2 file tadi.

Setelah selesai kemudian file dapat di cetak.

Selamat mencoba dan menyelesaikan SPJ anda dengan lancar …..

Iklan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah

Dirgahayu Republik Indonesia Ke 66 Tahun

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945,

Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam ke-Bhinneka-an untuk Kokohkan Persatuan NKRI,

Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN

Tehnik Menggendong Bayi Dengan Aman

Menurut Karen Sokal-Gutierez, MD, Ketua Komisi Early Childhood Adoption and Dependent Care di American Academy of Pediatrics, sebagian dokter anak menyebut periode 3 bulan pertama kehidupan bayi sebagai “trimester keempat kehamilan”.

Alasannya, bayi kecil butuh lingkungan mirip rahim ibu, yaitu lingkungan yang hangat, mendekap, dan mengayun-ayun. Itulah mengapa bayi kecil terlihat nyaman dalam pangkuan, timangan, dan balutan selimut.

Menggendong bayi merupakan hal yang vital dalam menciptakan ikatan kasih sayang ibu dan bayi. Menggendong penting untuk pengembangan kepercayaan, empati, belas kasih, dan hati nurani bayi. Dari situ, bayi mengembangkan kecerdasan dan kapasitasnya dalam menerima dan memberikan kasih sayang, keintiman, cinta, dan kebahagiaan.

SEBELUM & SAAT MENGGENDONG

Setiap kali hendak mengangkat bayi, baik menggendong dengan alat gendong atau tangan, pastikan kita tidak hanya membungkukkan tubuh, tapi juga dengan menekuk kedua kaki agar tulang belakang kita tidak menanggung beban berlebih. Selain itu, pada saat membungkuk, pastikan tubuh kita sudah sedekat mungkin dengan tubuhnya agar bayi cepat sampai dalam dekapan.

Rewel atau gelisah merupakan salah satu tanda bayi tidak nyaman dalam gendongan Anda. Nah, agar bayi nyaman, jangan terlalu erat mendekapnya. Selanjutnya ikuti keinginan bayi, apakah ingin digendong telentang, setengah duduk, menghadap depan, atau menghadap belakang sambil bersandar di pundak. Setiap bayi memiliki kesenangan berbeda.

Jangan mengguncang atau mengayun-ayun bayi terlalu keras saat menggendong. Bayangkan jika kita yang diperlakukan seperti itu, pastinya mual, kan? Pada bayi, ayunan dan guncangan keras bahkan bisa menyebabkan perdarahan di otak.

Jika menggendong dengan selendang atau baby carrier, pastikan alat gendong ini terbuat dari bahan yang kuat dan cukup lembut. Pastikan juga lubang untuk kaki tidak terlalu besar agar bayi tidak tergelincir, tali penopangnya pun harus bisa membagi beban tubuh bayi dengan tubuh ibu. Lihat saja tas ransel para pendaki gunung, jika sistem tali dan penyangga gendongan bayi seperti itu seharusnya gendongan tersebut bisa membagi beban dengan baik.

TEKNIK MENGGENDONG SESUAI USIA

a. Bayi 0-3 Bulan

Tubuh bayi baru lahir hingga 3 bulan masih sangat lemah, terutama bagian leher dan kepalanya. Ia baru bisa menolehkan kepala tanpa dapat mengangkatnya. Karenanya, perhatikan betul cara menggendong si kecil.

Cara mengangkat bayi:

Sebelum mengangkat si kecil, ia harus mengetahui lebih dulu kehadiran kita. Bisa lewat suara atau kontak mata. Kalau tahu-tahu diangkat, bayi bisa terkejut dan gelisah, kecuali ia tengah tidur pulas.

Dekatkan tubuh kita ke arah bayi dengan cara menekuk lutut dan membungkukkan badan. Dengan lembut, selipkan kedua telapak tangan kit ke bawah tubuhnya. Satu tangan di leher dan kepalanya, satu tangan di bokong. Pastikan posisi kedua tangan sudah mantap sebelum mengangkatnya.

Setelah bayi sejajar dengan tubuh kita, mulailah mengatur posisi kedua lengan untuk menopang punggung dan juga tungkainya. Geser tangan yang tadinya memegang bokong  ke arah punggung. Otomatis, tungkai pun akan tertopang oleh lengan. Cara menggendong yang luwes dan nyaman bisa dikuasai jika orangtua sering melakukannya. Yang penting, lakukan dengan rasa percaya diri. Kadang, bayi mungil cukup ditopang dengan satu lengan, sementara lengan yang lain dapat mengerjakan kegiatan berbeda.

Untuk mengangkat bayi yang sedang tidur tengkurap, selipkan satu tangan di bawah dagu dan lehernya, sedangkan tangan yang lain di bawah perutnya.

Cara meletakkan bayi dari gendongan:

Bungkukkan badan ke arah permukaan yang akan menjadi tempat mendaratnya.

Setelah lengan kita menyentuh permukaan, biarkan kedua tangan untuk beberapa saat ditindih bayi, sampai bayi merasa aman dan nyaman. Selanjutnya, perlahan lepaskan tangan dari bokong dan pindahkan tangan itu untuk menahan kepalanya. Lalu, lepaskan tangan yang menopang leher. Terakhir, lepaskan tangan yang menahan kepala.

Beri tepukan atau sentuhan lembut dan sedikit kata-kata untuk memberinya tanda bahwa Anda akan pergi.

Posisi bayi dalam gendongan:

Posisi tegak: Lakukan seperti hendak menyendawakan bayi. Bayi menghadap belakang dengan kepala di atas bahu kita. Satu tangan kita menopang leher dan kepalanya, sementara tangan lain memegang bokong dan sebagian punggung.

Posisi cradling hold: Satu tangan diletakkan pada punggung dan bokong bayi untuk menopang tubuhnya. Letakkan kepala bayi pada lipatan siku (posisi kepala harus lebih tinggi dari bokong bayi); tangan yang lain menahan bokong dan tungkai bayi.

Posisi duduk: Setelah berusia sebulan, bayi dapat digendong dengan posisi setengah duduk baik di atas lengan/tangan atau di pangkuan. Badan dan kepalanya bersandar ke dada kita dan pandangannya menghadap ke muka. Untuk menjaga keseimbangannya, pegangi dada dan kepalanya dengan satu tangan yang lain.

Posisi shoulder hold: Syaratnya, bayi harus sudah bisa mengangkat lehernya saat posisinya tengkurap. Dengan posisi ini, bayi digendong dalam posisi tegak 45 derajat dan perut bayi bersentuhan dengan dada ibu. Posisi ini diyakini mempunyai manfaat kontak batin yang dalam, karena bayi dapat mendengar detak jantung ibu.

b. Bayi 3-6 Bulan

Bayi sudah semakin kuat. Saat digendong, leher dan punggungnya tak lagi mesti ditopang. Biasanya, bayi usia 3 bulan bisa duduk di pangkuan dengan dipegangi. Karena itu mulai usia ini bayi lebih senang digendong dengan posisi bersandar menghadap ke muka.

Masuk usia 4 bulan, cara menggendongnya sudah bisa lebih santai, baik dengan posisi menghadap ke depan, belakang, atau berhadapan. Menghadap depan adalah gaya gendong favorit bayi sebab dengan begitu ia jadi bisa memiliki luas pandang yang lebar.

Mulai usia 5 bulan, bayi semakin berat dan aktif bergerak. Disarankan untuk menggendongnya dengan menggunakan kain atau baby carrier. Selain membuat bayi nyaman, kita pun masih bisa melakukan aktivitas lain. Bisa juga, bayi didudukkan di pinggang dengan topangan salah satu lengan. Kedua kaki bayi melingkari pinggul kita. Tangan yang lain bisa melakukan aktivitas berbeda.

Mulai usia ini, bayi juga bisa digendong dengan gaya rocking games. Caranya, tengkurapkan si kecil di satu lengan yang menahan pinggangnya, semetara tangan yang lain menyangga perutnya. Ayun si kecil dari kiri ke kanan atau depan ke belakang secara perlahan seperti pesawat terbang. Ia pasti suka. Boleh dilakukan pada bayi di usia 3 bulan ke atas.

c. Bayi Usia di Atas 6 Bulan

Karena otot-ototnya sudah kuat dan lehernya pun mampu menopang kepala dengan baik, maka si kecil dapat kita gendong  di punggung dengan menggunakan alat gendong. Gendongan cara ini membuat kedua tangan kita bebas melakukan aktivitas lain.

Bisa juga bayi digendong dengan cara didudukkan di lengan bawah kita dengan punggung bayi bersandar di dada dan tangan kita yang satunya melingkari perut bayi. Cara ini banyak dilakukan karena praktis, tidak menakutkan, aman, dan kita bisa menyangga berat badannya.

Untuk mengajaknya bermain, si kecil bisa digendong dengan gaya flying in the air (melayang di udara). Caranya, pegang erat si kecil di ketiaknya, lalu ayunkan perlahan ke udara. Lakukan kontak mata dan sesekali hentikan ayunan saat bayi berada di atas, untuk selanjutnya diturunkan perlahan.

Di usia 10 bulan, kita bisa mendudukkannya di pundak, dengan tangan kita menyanggah tubuh samping kanan dan kirinya

Sumber: Kompas.com; Sabtu, 29/8/2009 | 14:55 WIB

Tips Puasa Yang Menyehatkan

Berikut kami sajikan tips-tips didalam menjalankan ibadah puasa (dari sudut pandang kesehatan) agar puasa yang kita kerjakan tidak menyebabkan berbagai masalah dan keluhan yang tidak mengenakan  :

Perbanyak minum air putih dimalam hari.

Siang hari selama kita puasa, tentu cairann yang masuk kedalam tubuh kita tidak ada. Oleh karena itu, dimalam  hari kita harus memperbanyak minum air putih agar kita tidak kekurangan cairan sehingga proses metabolisme sel-sel tubuh kita tetap berjalan dengan sempurna. Dihari berikutnya ketika kita puasa, kita juga tidak akan terlalu merasakan lemas yang berlebihan.

Kerjakan pekerjaan yang menguras lebih banyak tenaga di pagi hari.

Di pagi hari setelah kita makan sahur, tentu tersedia energi yang melimpah yang siap untuk digunakan. Maka dengan mengerjakan pekerjaan yang menguras tenaga di pagi hari akan menjadikan pekerjaan itu ringan untuk di kerjakan.

Kurangilah aktifitas fisik yang menguras tenaga di siang dan sore hari.

Hal ini dikarenakan sumber pasokan tenaga yang kita punyai sudah berkurang, sehingga apabila kita beraktifitas fisik di siang dan sore hari akan menjadikan tubuh kita bertambah lemah dari sebelumnya.

Berbukalah dengan minuman yang manis dan hangat.

ketika kita bepuasa, maka zat gula sebagai sumber tenaga bagi diri kita secara langsung ataupun tidak langsung akan mengalami pnurunan. Oleh karena itu sewaktu berbuka harus kita ganti agar keseimbangannya tetap terjaga.

Minuman yang hangat akan menghindarkan kita dari gangguan perut kembung, karena selama puasa kondisi badan kita akan menjadi panas. Dengan meminum minuman yang dingin, tentu akan langsung menurunkan suhu tubuh kita secara drastis dan berakibat perut menjadi kembung, perasaan mau muntah dan rasa mual yang tidak mengenakan.

Berbuka puasa dengan makanan sedikit demi sedikit.

Perasaan lapar yang amat sangat setelah berpuasa haruslah tetap kita kendalikan disaat kita berbuka, karena itulah sebagian inti ibadah puasa. Berbuka puasa dengan makanan yang sedikit demi sedikit maka secara tidak langsung kit telah meringankan kerja usus didalam mencerna makanan yang ada didalam perut kita.

Berbuka puasa dengan menu makanan yang mengandund gizi yang lengkap (meskipun tidak harus mahal)

Kinerja dari organ kita akan tetap berfungsi dengan baik apabila zat gizi yang menopangnya tepenuhi dengan cukup. Karbohidrat yang merupakan sumber energi harus terpenuhi, potein sebagai zat tumbuh kembang dan perbaikan berbagai organ harus terpenuhi, vitamin dan mineral yang membantu metabolisme dan memelihara fungsi organ juga harus tersedia. Itulah mengapa kita harus berbuka dengan makanan yang mengandung gizi yang lengkap.

Demikianlah sedikit tips berpuasa dari kami, semoga bermanfaat.

 

Selamat menunaikan ibadah puasa

Dan semoga kita dapat berjumpa “Hari Kemenangan” dengan badan tetap sehat dan dengan hati yang gembira.

 

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1432 Hijriyah

Layanan Imunisasi Bayi

TABEL UMUR BAYI DAN NAMA IMUNISASI YANG HARUS DIBERIKAN

NO. UMUR BAYI JENIS VAKSIN IMUNISASI SELASA KE ..
1 0-1 Bulan HBO 1, 2, 3, 4
2 1-2 Bulan BCG, POLIO 1 1, 3
3 2-3 Bulan DPT1, HB1, POLIO2 1, 2, 3, 4
4 3-4 Bulan DPT2, HB2, POLIO3 1, 2, 3, 4
5 4 Bulan DPT3, HB3, POLIO4 1, 2, 3, 4
6 9 Bulan CAMPAK 2,4